Perpustakaan

Entah hari apa aku lupa. Pokoknya waktu itu aku sama teman-teman masih di ruang perpustakaan sekolah. Kami bermaksut meminjam buku. Tapi, karena bisa dibilang kami ini pertama kali meminjam buku, sedangkan meminjam buku disitu butuh prosedur yang sangat ribet, jadi kami butuh dipandu oleh petugas perpustakaan. Mungkin karena si petugas perpustakaan itu agak sedikit tidak suka jika ada anak yang masih minta diajari meminjam buku, jadi..wajahnya kusut. Ya sudahlah, semua berlalu.
Aku menulis apa yang petugas itu katakan. Enak-enak menulis, entah mengapa. Hati nuraniku mendorongku supaya aku menengok untuk bermaksud melihat wajah si petugas. Dan ternyata, entah mengapa si petugas menghitung anak-anak yang sedang didekat situ. Bayangan pertamaku, mungkin si petugas mau menghitung berapa banyak anak yang meminjam buku. Tapi ternyata, bayangangku salah. Dia bertanya "Ini dari kelas berapa?" aku menjawab "7-1" "Ini yang kelompok 7 itu ya ?" dia bertanya lagi. Tapi kali ini hanya kesunyian yang menjawabnya. "Ini terkenal lho sama guru-guru. Hati-hati lho ya !". DEG.. Jantungku serasa berhenti seketika dan berdetak lagi, tapi lebih kencang. Tanpa banyak bicara, kami segera menyelesaikan prosedur meminjam yang rumit itu.
Akhirnya semua selesai. Tentu dan jelas kami langsung meninggalkan ruang perpustakaan itu tanpa banyak bicara. Dan semua kembali seperti biasa, kecuali rasa sakit hati yang barusan ku dapatkan.
Ah, sudahlah.. sebesar apapun aku sakit hati, aku hanya bisa marah-marah sendiri -,-
Yah, karena kejadian itu lah aku menulis ini. Karena dengan menulisnya, aku akan sedikit merasa lega :)
Kalau begitu, terima kasih sudah mau membaca postingan yang sebenarnya tidak patut dibaca ini. Sampai jumpa dipostingan berikutnya :))