inikah?

"stop stop in stop" perintah ido.
"apaan sih? kita kudu lari sekarang! ayo buruan" tolak ku.
"nggak in! gue mau ngomong sesuatu sama lo" ido nampak ngosngosan.
"ngomong pa an sih? besok kn bisa. aduh. jangan sekarang!!"
"gabisa in, gue gabisa ngulur lagi"
"ihh .. tapi .. "
"gue harus ngomong in"
"kkan bisa lain waktu ngomongnya! sekarang kita harus larii. buruan." aku berlari,ido menahanku. 
"indah .. gue mau ngomong dan lo harus dengerin gue" ido membentakku.
aku tau ini pertanda serius

"oke. lo mau ngomong apa?"
"gue cinta sama lo"
"ha? apa?"
"gue cinta sama lo"
"lo gila ya do"
"nggak! gue serius"
"nggak penting deh! gila! ayo buruan lari"
"indah.. lo cinta gak sama gue?"
"pa an sih. bahas besok aja kn bisa! ah"
"in! lo cinta gak sama gue?" ido membentak
"do .. waktu gakpernah tepat sama gue. gue gakpernah bisa, bilang gue cinta sama org diwaktu yg tepat. gue gk tau kenapa" aku sedikit mewek
"tapi lo cinta kan sama gue?"
"kenapa gue harus bilang sekarang? waktunya gak tepat! kita harus lari"
"soalnya ........ ada itu ............" jreb. ido terjatuh
kaget, bingung, menyesal. itu yang kurasakan. sebuah peluru bersarang tepat dijantung ido. darah segar mengucur deras seketika. menangis, hanya itu yg bisa kulakukan. menyesal hanya itu yg ada dalam pikiranku. aku cinta ido
"idooooo!! lo ngapain sih? gak lucu tau! gue cinta sama lo!" ku teriak sambil sesenggukan.
ini gila

hah ! oh ternyata mimpi.
kutengok jam, ternyata jm 3 pagi. aku masih bingung. tubuh ku berkeringat. aku cemas. secepat mungkin ku cari telpon genggam ku. ketemu. ku cari nama kontak dia, ido. ku telpon. nyambung! berharap ido masih bangun dn mau mengangkatnya.

"halo" suara ido mengguncang jiwaku.
"halo .. ido? ini ido kan?"
"iya, ini ido. santai santai" nada mengece.
"huh syukur. lo gapapa kan do? lo baik kan? lo gak mati kan?"
"hus, pa an sih. gue baik lah! ini gue lagi sama anakanak"
"bener? gaada peluru liar yang nyangsang dijantung elu kan? baju lo nggak merah kena darah kan?"
"yaampun indah .. ngayal banget sih, tidur lagi sonoh. ya gak ada lah. gue baik, benarbenar baik. lo kenapa sih?"
"gue mimpi lo mati"
"ha? lo mimpin gue? di mimpi lo gue ganteng gak?"
"gila! lo gak ganteng. sama sekali gak ganteng. gue mau ketemu sama lo!"
"yaudah ketemu dong"
"sekarang ketemu nya ido!"
"ha? sekarang? gabisa besok? ato nanti kek? buruburu amat. haha"
"duh, seriusan. pokoknya gue mau ketemu lo sekarang! gue tunggu ditempat biasa. kalo lo gaada, jangan pernah sebut nama gue lagi"
"okeoke, gue kesana"
"bay" tuuuu..........uuut

sigh.

kulihat ido berdiri tepat ditempat yang biasa dia berdiri ketika kita biasa ketemuan. seketika aku berlari. dan kudekap dia, ku tenggelamkan dia dalam pelukanku. dia membalas pelukanku. aku bahagia.

"lo gak papa kan" tanyaku cemas.
"gue gak papa. lo liat sendiri kan" jawab ido santai.
"gue sayang sama lo do"
"gue juga sayang sama lo"
"ha? seriusan?" aku terbangun dari pelukan ido, tapi ido tetap memegangi pinggangku.
"iya"
"lo kok gapernah cerita?"
"gue cuma nunggu waktu yang tepat. gue cuma nunggu saat itu tiba, saat itu datang sendiri. gue cuma nunggu"
"eleh, bilang aja lo gaberani" aku memukulnya genit.
"ih, beneran"
"iya gue percaya. tapi yang pasti gue udah suka sama lo sejak pertama nyapa gue"
"gue jauh sebelum itu. bahkan gue udah suka sama lo sejak kita belum pernah ketemu"
"ha? lo gila? gakmungkin"
"gue serius, sayang" ido menatap tepat ke mataku secara tajam.
"iih" aku tersenyum malu dan mulai merasakan pipiku merona. aku kembali memeluk ido, kali ini semakin rapat dan semakin hangat. ido membalas pelukanku dengan lebih hangat. aku nyaman, aku aman. aku bahagia


Sincerely, Yanis Dini K